Pilihan Finishing Cat agar Menghasilkan Cat Interior Anti Gores

Ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih cat untuk dinding dan tembok, salah satunya adalah kemampuan cat tersebut dalam melindungi dinding dan tembok. Untuk itu, perlu diaplikasikan cat interior anti gores agar dinding tetap bagus meski telah terkena goresan furnitur berkali-kali.

Agar kemampuan cat dalam melindungi lapisan permukaan dinding meningkat, penggunaan finishing yang tepat harus dipertimbangkan. Ada berbagai macam tipe finishing cat dinding yang bisa dipilih seperti berikut.

Perbedaan dari Setiap Finishing Cat untuk Cat Interior Anti Gores

cat interior

1. Finishing Eggshell

Finishing cat bertipe eggshell dapat menghasilkan pengecatan yang lebih berkilau di permukaan dinding. Meski begitu, hasil kilauan pada dinding tidak akan terlalu mengkilap sehingga cocok bagi Anda yang tidak terlalu suka dinding berkilau di dalam ruangan.

Kelebihan finishing tipe eggshell adalah dinding ruangan akan lebih tahan terhadap noda. Pembersihan noda di dinding pun lebih mudah hanya dengan lap basah saja. Cat finishing eggshell bisa digunakan untuk berbagai jenis ruangan.

2. Finishing Flat

Tipe finishing cat flat dapat menghasilkan cat yang lebih kuat menempel di permukaan dinding. Finishing flat atau dikenal sebagai matte tidak akan membuat dinding menjadi berkilau saat terkena cahaya di sekelilingnya. Hal ini karena sifat finishing flat tidak memantulkan cahaya.

Finishing flat sangat cocok digunakan untuk menutupi cacat pada permukaan seperti retakan kecil hingga permukaan dinding yang tidak rata. Oleh karena itu, finishing flat cocok untuk menghasilkan kualitas cat interior anti gores.

Hasil akhir dari finishing flat akan tampak sangat mulus di permukaan dinding. Meski begitu, finishing flat tidak cocok untuk kamar mandi dan dapur karena permukaan dinding yang diberikan finishing flat sulit dibersihkan. Finishing ini cocok diaplikasikan di kamar tidur, ruang tamu dan ruang makan.

3. Finishing Flat Enamel

Finishing berjenis flat enamel akan menghasilkan karakteristik dan kualitas cat yang hampir mirip dengan finishing flat. Hasil pengecatan menggunakan finishing flat enamel tidak akan membuat lapisan tembok menjadi reflektif terhadap cahaya sehingga tidak membuat tembok menjadi berkilap.

Perbedaan antara finishing flat enamel dan finishing flat adalah pada flat enamel, hasil pengecatan akan lebih tahan terhadap goresan, noda yang menempel hingga tidak meninggalkan sidik jari. Oleh karena itu, finishing flat enamel cocok digunakan sebagai finishing untuk cat interior anti gores.

4. Finishing Satin

Finishing satin bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang menginginkan hasil akhir pengecatan dinding lebih mengkilap saat terkena cahaya. Hasil akhir pengecatan dengan finishing satin akan membuat dinding lebih reflektif terhadap cahaya meski masih kalah jika dibandingkan finishing gloss.

Finishing satin umum digunakan untuk mengecat dinding biasa hingga lis pintu dan jendela. Finishing satin cocok digunakan hampir di semua ruangan meliputi ruang anak bermain, ruang tamu, ruang kerja perkantoran, ruang makan, dan kamar tidur.

5. Finishing Gloss

Finishing gloss terdiri dari dua macam yakni high gloss dan semi gloss. Kedua-duanya sama-sama dapat memantulkan lebih banyak cahaya dibandingkan dengan finishing lainnya. Kelebihan finishing semi gloss dan high gloss adalah lebih tahan terhadap air sehingga tidak mudah luntur.

Kedua jenis finishing ini biasa digunakan untuk mengecat furnitur karena akan membuat furnitur tampil mewah berkilau.

Ada banyak masalah yang dapat terjadi di tembok seperti goresan yang membuat dinding ruangan terlihat jelek. Penggunaan finishing yang tepat akan semakin memperkuat kinerja cat pada dinding, tidak hanya sebagai pemberi warna namun juga melapisi untuk melindungi dinding.