Ini Dia Ciri-ciri Kanker Tenggorokan yang Harus Anda Waspadai

Kanker tenggorokan memang jenis kanker yang tidak banyak muncul. Meski demikian penyakit ini bisa sangat mematikan. Karenanya penting untuk mengenali apa saja sebenarnya ciri-ciri kanker tenggorokan itu.

Kanker tenggorokan pada umumnya disebabkan oleh dua aspek. Pertama karena efek kelebihan toksin berlebihan seperti akibat kebiasaan merokok yang masif atau kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebihan.

Kedua karena efek infeksi virus Human Papiloma atau HPV. Virus ini sejatinya hidup pada organ genital. Namun aktivitas seksual oral dapat menyebabkan penularan virus ini ke area mulut dan tenggorokan. Virus ini menyebabkan terbentuknya kumpulan kista yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kanker.

Kanker tenggorokan dapat terjadi pada area laring atau pada area nasofaring. Keduanya sama sama beresiko karena berada di antara organ hidung dan paru paru. Dekat dengan kelenjar tiroid dan otak. Hingga pada stadium lanjut bisa menjadi mematikan. Kecuali kanker didiagnosa pada stadium awal.

ciri ciri kanker tenggorokan

Pada stadium awal potensi hidup pasien masih pada kisaran 90%. Tentu saja untuk itu kita perlu bisa mewaspadai sejumlah ciri-ciri khas dari kanker tenggorokan. Meski kadang samar dan sulit dikenali, karena keluhannya mirip dengan penyakit pernafasan biasa. Berikut adalah sejumlah gejala kanker tenggorokan menurut laman deherba.com.

Nyeri tenggorokan

Ciri-ciri kanker tenggorokan ini memang samar dan sulit dikenali. Nyeri tenggorokan merupakan keluhan biasa yang banyak dialami orang. Tetapi, bila keluhan nyeri bersifat intens, kadang cukup kuat, persisten dan sulit hilang, sebaiknya Anda memeriksakan diri.

Biasanya bersamaan dengan rasa nyeri ini pasien juga akan mengeluhkan rasa sulit untuk menelan. Saat menelan pasien akan merasa nyeri karena efek inflamasi. Sekaligus mungkin terasa sulit seperti ada yang mengganjal, karena adanya massa kanker di dalam tenggorokan yang turut menekan liang kerongkongan di sebelahnya.

Batuk dengan lendir yang berketerusan

Lendir atau dahak adalah mekanisme tubuh untuk melawan masuknya unsur asing pada tenggorokan. Lendir ini melapisi tenggorokan untuk membantu mencegah unsur asing itu melekat pada tenggorokan sekaligus memudahkan tubuh membuang unsur asing tersebut.

Hal ini juga terjadi pada kanker, muncul dahak yang berterusan sebagai reaksi munculnya unsur asing, dalam hal ini sel kanker. Peradangan dan perkembangan sel abnormal ini membuat pasien merasa gatal, perih, terus menerus batuk dan berdahak banyak.

Sesak nafas

Perkembangan kanker menyebabkan dinding tenggorokan membengkak. Baik karena efek peradangan atau karena efek pembesaran massa kanker. Ini membuat liang tenggorokan jadi lebih sempit. Kadang bila diperhatikan tenggorokan akan terlihat membengkak, bisa jadi bengkak dengan tidak simetris. Bisa pula lipatan tidak lazim di saat tertentu.

Karenanya pasien akan merasakan efek sesak nafas. Ciri-ciri kanker tenggorokan ini lazim muncul di saat pasien tidur karena efek tekanan yang muncul saat seseorang berbaring justru membuat lubang tenggorokan semakin terasa sempit.

Perubahan suara

Peradangan, kerusakan pada pita suara, dahak yang berlebihan sirkulasi udara yang tidak berjalan baik akan menyebabkan suara yang dihasilkan pita suara akan berubah. Pasien bisa jadi merasakan suara mereka menjadi lebih berat dan terasa lebih kasar.

Pasien juga mungkin mengalami keluhan nafas yang tersengal, nafas yang pendek dan suara yang tidak rata. Ini juga efek dari keluar masuknya udara pada liang tenggorokan yang tidak lagi bisa terkendali.

Muncul demam yang persisten

Ciri-ciri kanker tenggorokan lain adalah keluhan dimana pasien kerap merasa demam, tidak bugar, seperti masuk angin terus menerus. Demam bisa menjadi cukup tinggi, bisa datang dan pergi, tetapi seolah tidak hilang sepenuhnya dalam jangka panjang.